Senyum Senyum Sendiri, Omelan Ibu Warnai Ujian Sekolah di Rumah

Senyum Senyum Sendiri, Omelan Ibu Warnai Ujian Sekolah di Rumah

Foto : Ilustrasi (net)



CIANJUR. Maharnews.com - Ujian kenaikan kelas (UKK) di rumah masing-masing yang dilaksanakan murid Sekolah Dasar (SD), pasti tak dirasakan generasi sebelum pandemi Covid-19. Alhasil, banyak kejadian unik yang membuat pendengar atau yang melihatnya senyum-senyum sendiri.

Umumnya pengawas UKK bagi generasi sebelum pandemi Covid-19 dilakukan oleh guru. Namun kini, orang tua bertugas menjadi pengawas anaknya saat ujian.

Singkat cerita, di salah satu rumah, seorang anak mengerjakan UKK diawasi oleh ibunya. Sang anak membaca soal dan jawabannya dengan suara lumayan keras. Sang ibu tak mengeluarkan banyak kata.

"Hmm, benar," jawab singkat pengawas ujian yang notabene ibunya sendiri.

Soal berikutnya, kembali dibacakan berikut jawabannya. Kali ini jawaban sang ibu lebih panjang dari sebelumnya, dan meminta sang anak membaca ulang soal dan pilihan jawabannya.

Sang anak menurut, dan membaca ulang. Tetapi bukan jawaban yang didapat malah omelan dari ibunya.

"Kurang belajar, kebanyakan main, jadi salah," omelan sang ibu kepada anaknya, seakan lupa kalau saat ini lagi UKK.

Kejadian serupa, di rumah sebelahnya, omelan demi omelan mewarnai UKK SD di masa pandemi Covid-19. Yang terkadang omelannya tidak nyambung dengan soal yang dikerjakan sang anak.

Bahkan, seorang ibu di warung dekat rumah jurnalis, ia mengawasi anaknya mengerjakan tugas sembari membuat gorengan. Sang anak mempertanyakan soal yang diakhiri dengan kata kecuali.

Dengan sigap sang ibu memberikan contoh sembari menggoreng bala-bala.

"Masa ga tahu kecuali, kecuali itu artinya yang bukan. Contohnya yang mana termasuk gorengan, kecuali? (Sang ibu memberikan contoh soal, red). Berarti selain yang digoreng," sang ibu mencontohkan meski dengan intonasi mengomel.

Mendengar hal itu, jurnalis hanya bisa senyum-senyum sendiri menahan tawa. Soal ujian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tentang contoh perbuatan baik dengan perkecualian dianalogikan dengan bala-bala.

Namun, hal itu ternyata berhasil dan membuat sang anak lebih memahami pertanyaan yang terlihat dari anggukan kepalanya dan meneruskan mengerjakan soal. (wan)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE