Cianjur Kebanjiran, Bupati Bersama Pejabat Sedang "Plesiran"

Cianjur Kebanjiran, Bupati Bersama Pejabat Sedang "Plesiran"

Foto : Seorang warga Kampung Pelangi yang mencoba membersihkan sampah yang menyumbat parit saat banjir, Sabtu (26/10/2019).



CIANJUR. Maharnews.com - Hujan yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Cianjur akhirnya datang juga. Namun bersamaan dengan itu, sebagian besar wilayah perkotaan dilanda banjir, bahkan Kampung yang berjulukan kampung Pelangi menjadi salah satu wilayah yang diterjang banjir, Sabtu (26/10/2019).

Informasi yang dihimpun maharnews, air meluap dari sungai Cikukulu, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur sekitar pukul 16.30 WIB. Besarnya debit air sungai yang tidak tertahan akhirnya meluap dan menggenangi puluhan rumah yang berada di Kampung Pelangi.

Warga RW. 11 Kampung Pelangi, Pataruman Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Ani Aep mengatakan tak menyangka akan terjadi banjir. Meski begitu ia mengakui wilayahnya memang pernah banjir namun kali ini yang paling parah.

"Biasanya banjir hanya meluap sedikit tidak sampai merendam rumah, ini banjir yang paling parah," ucapnya.

Warga lainnya, Aris Setiawan mengungkapkan dari lima ke RT-an di RW 11 Kampung pelangi, hanya RT 3 yang tidak diterjang banjir. 

"Warga RT 1, 2, 4 dan 5 semua rumahnya tergenang air dengan ketinggian bervariasi dan yang paling tinggi mencapai sepinggang," ungkapnya.

Aris selaku warga merasa kecewa dengan pemerintahan yang telat merespon bencana banjir tersebut. Terlebih saat Ia mengetahui bahwa Plt Bupati bersama puluhan pejabat Kabupaten Cianjur sedang 'plesiran' ke Bali.

"Masyarakat sedang ditimpa musibah kok pemimpin daerahnya malah plesiran ke Bali, mana tanggung jawabnya," cetusnya.

Aris mengingatkan bahwa Kampung Pelangi dulunya merupakan lumbung suara bagi pasangan BERIMAN (Bersama Irvan dan Herman). Sehingga sudah seharusnya Plt. Bupati, Herman Suherman, memberikan perhatian lebih bukan sebaliknya.

"Saya hanya mengingatkan hal ini dapat menjadi kekecewaan bagi warga, sehingga akhirnya menjadi suara sumbang di kemudian hari," ancamnya.

Menurut Aris dengan label kampung Pelangi seharusnya pemda memberikan perhatian lebih bukan hanya sekedar nama. Pasalnya di lapangan itu hanya gelar yang tak memiliki dampak langsung bagi warga Kampung Pelangi.

"Kami hanya menagih janji, kalau tidak bisa menepatinya bakal kami tagih nanti di akhirat," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar