Sidang Perdana Unjuk Rasa Berakhir Tragis Masuki Meja Hijau

Sidang Perdana Unjuk Rasa Berakhir Tragis Masuki Meja Hijau


CIANJUR. Maharnews.com - Sidang perdana hilangnya nyawa Inspektur Dua Erwin Yuda Wildani dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor pemerintah Cianjur digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, di ruang Tirta, Rabu (22/1/2020). Agenda sidang pembacaan dakwaan dan eksepsi untuk kelima terdakwa, (AB, RS, MF, HR dan ReS).

Pantauan maharnews, sidang dipimpin oleh Hakim Glorious Anggundoro (ketua), Patti Arimbi, dan Dicky Wahyudi. Keluarga korban dan terdakwa pun terlihat turut hadir dalam sidang yang terbuka untuk umum.

Ekspresi raut kesedihan tampak nyata, baik dari keluarga terdakwa maupun korban. Isak tangis keluarga terdakwa yang sengaja ditahan sejak awal, akhirnya pecah saat sidang berakhir. Suara tangis para ibu terdakwa seolah menjadi lagu pengantar para terdakwa memasuki mobil tahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Slamet Santosa mengatakan dakwaan menggunakan pasal 214 dengan ancaman kurungan 12 tahun, sedangkan untuk pasal 170 ayat (2) ancamannnya 9 tahun.

"Didakwa masing-masing peran, yang paling berat pasal 214," ungkapnya saat ditemui seusai sidang.

Menanggapi dakwaan, kuasa Hukum kelima terdakwa, Iwan Permana mengatakan keberatan dengan beberapa pasal yang didakwakan kepada kliennya. Menurutnya, JPU seharusnya menggunakan pasal yang terberat tidak dikomulatifkan.

"Harusnya menggunakan pasal yang terberat saja, jangan dikomulatifkan seperti itu," ucapnya.

Iwan mengatakan dalam dakwan sepengetahuannya tidak disebutkan ada unsur perencanaan. Karena itu, ia meminta ke majelis hakim agar kelima terdakwa tidak ditahan dan dibebaskan.

"Mudah-mudahan permintaan kita bisa dikabulkan," ujarnya.

Iwan juga menilai dakwaan JPU cacat hukum, karena tidak menggunakan sistematika pembuatan surat dakwaan yang diamanatkan hukum acara pidana.

"Selain pasal, itu termasuk pembuataan pokok-pokok dakwaan tidak sesuai," terangnya.

Ditanya masalah status pendidikan terdakwa, Iwan memastikan kelima terdakwa masih sebagai mahasiswa salah satu universitas di Cianjur. Tetapi karena kasus tersebut, kelimanya mengambil cuti.

"Kelimanya cuti, kita sudah mendapat surat cuti dari kampusnya," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar