Tak Masuk Angin, Kasus Plt. Bupati Ditindaklanjuti Kejati Jabar

Tak Masuk Angin, Kasus Plt. Bupati Ditindaklanjuti Kejati Jabar


BANDUNG. Maharnews.com - Kasus dugaan korupsi dan gratifikasi fasilitas haji yang menyeret Plt. Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman mulai ditindak lanjuti Kejaksan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Hal itu diungkapkan langsung oleh sang pelapor.

"Saya baru saja menghadiri panggilan dari Kejati Jabar untuk dimintai keterangan terkait laporan saya," ungkap sang pelapor yang namanya ingin diinisialkan menjadi Bah saat ditemui di halaman kantor Kejati, Jumat (17/1/2020).

Bah menuturkan surat panggilan datang hari Rabu lalu (15/1/2020) melalui jasa pos. Garis besar Isi surat berhubungan dengan dugaan korupsi dan gratifikasi fasilitas haji.

"Nama lainnya kalau di Cianjur, ngetren dengan nama kasus TPHD (Tim Pembimbing Haji Daerah, red)," tuturnya.

Bah sepertinya enggan membeberkan hasil pemeriksaannya. Ia lebih memilih menyampaikan terimakasih kepada jajaran Kejati yang telah memberikan atensi.

"Ini bukti Kejati tak masuk angin. Saya mengapresiasi kinerja jajaran Kejati yang responnya terbilang cepat," ucapnya.

Sebelumnya dikonfirmasi, Kepala seksi penerangan hukum (Kasi Penkum), Kejati Jabar, Abdul Muis Ali mengatakan sepengetahuan dirinya alasan laporan Bah masuk ke pidana khusus (Pidsus) karena yang dilaporkan Plt. Bupati Cianjur. Namun akan berbeda hasilnya jika yang dilaporkan aparat Kejaksaan.

"Kalau yang dilaporkan aparat Kejaksaan akan diserahkan ke bagian internal pengawasan," ujarnya saat ditemui seusai audensi pendemo dari Cianjur (26/12/2019).

Ditanya terkait perkembangan laporan tersebut, Muis mengaku akan memeriksanya. Masih sepengetahuannya, laporan itu masih ditelaah.

"Nanti kalau sudah ada hasil telaahan dari jaksa yang ditunjuk, ya perkembangan tentunya akan dikabari ke pelapor," pungkasnya.

Ditanya terkait apa yang ingin disampaikannya kepada masyarakat, khususnya pelapor, Muis memastikan semua sesuai proses dan prosedur yang berlaku. Ia hanya menegaskan kembali jika memang ada perkembangan pasti diinformasikan kepada pelapor.

"Nanti kalau sudah ada hasil telaahan, tentu si pelapor kita berikan perkembangannya," tutupnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar