Menyoal Quota Bacalon DPRD, Banteng Pendopo vs Banteng DPC

Menyoal Quota Bacalon DPRD, Banteng Pendopo vs Banteng DPC

Foto : Ilustrasi maharnews


Jika Benar Ada Quota Bakal Calon DPRD PDI-P Banteng Pendopo, Ini Bakal Mengundang Kecemburuan Politik Arus Bawah..

Beberapa waktu lalu Bupati Cianjur Herman Suherman telah mendeklarasikan dirinya sebagai kader PDI-P Cianjur.

Bagi Herman Suherman deklarasi tersebut jelas menyimpan maksud dan tujuan politis, sekaligus PDI-P pengusung saat Herman Suherman jadi Calon Bupati, hingga berhasil memenangkan pemilihan Bupati Cianjur. 

Pola pikir memetakan maksud dan tujuan Herman Suherman sebagai kader PDI-P, terlihat nyata dalam sepak terjangnya selama ini, yang secara umum kader partai nota bene bupati, menjadikan ukuran kader berkualitas  sekaligus menopang untuk kemajuan kaderisasi dalam partai.

Lebih dari itu, juga  mampu mendorong eksistensi interen-eksteren pada kuantitas kader-kader di berbagai sudut, misalnya PAC-PAC maupun di legislatif, dimana mereka ini sudah berjibaku berjuang keras ikut  mendudukkan Herman ke kursi bupati.

Menjelang perhelatan pada Februari tahun 2024 nanti, khususnya untuk pemilihan calon anggota DPRD, tentunya momentum politik ini bakal memunculkan prediksi-prediksi terkait bakal calon, semisal di PDI-P yang tentu saja tidak lepas dari "kepekaan" Herman, sebab, bagaimanapun Herman Suherman sebagai Kepala Daerah yang menjadi kader PDI-P, akan dianggap salah satu "tumpuan harapan" dalam menggolkan penetapan quota caleg di partai tersebut.

Melihat situasi serta kondisi sekarang ini, memang tak sedikit jumlahnya para kader dalam partai-partai.

Begitu juga disinyalir terdapat para anggota baru menembus pintu PDI-P, hal ini bisa saja terjadi karena sebab-akibat bahwa Bupati Herman Suherman berada dalam PDI-P.

Tentunya, bukan hal yang mustahil jika "rekanan" Herman mencoba mengambil kesempatan meskipun mereka sadar bukan kader tapi anggota biasa.

Sehubungan dengan persoalan di atas, andaikan Bupati Cianjur Herman Suherman membuat "kebijakan" tersendiri mendesain quota penetapan caleg PDI-P untuk pemilihan 2024, apalagi yang baru masuk jadi anggota partai, mungkin akan menyulut kecemburuan politik bahkan ditengarai menciptakan kubu atau gerbong, yakni gerbong PDI-P Banteng Pendopo dan gerbong PDI-P Banteng DPC.

Jika fenomena politik seperti itu menjadi kenyataan, secara sekilas saja hitung-hitungan politisnya bisa teruji kira-kira dari gerbong mana yang bakal banyak memperoleh quota caleg DPRD? Mana yang lebih kuat, apa gerbong PDI-P Banteng Pendopo ataukah gerbong PDIP Banteng DPC? 

Pada posisi dua gerbong dimaksud kiranya tidak butuh penilaian mendalam untuk menetapkan siapa yang memiliki kekuatan penuh mengakses quota caleg. Gerbong PDI-P Banteng Pendopo akan lebih dominan "mengeksekusi" quota caleg, karena Bupati  Herman Suherman memiliki jaringan-jaringan politik lebih luas dibanding gerbong PDI-P Banteng DPC.

Kualitas Herman yang disebut kader PDI-P merupakan sosok berkekuatan besar dan berkemampuan tinggi "mengolah" instrumen-instrumen untuk merealisasikan kepentingan-kepentingan partai dimaksud, yang pada gilirannya nanti Herman pun memperoleh apa yang diinginkannya, wabil khusus pada pesta rakyat pemilihan Bupati Cianjur 2024 yang akan datang.

Positif-negatif atau baik-buruknya gerbong PDI-P Banteng Pendopo, akan berpengaruh besar terhadap keberadaan para PAC PDI-P.

Selain kecemburuan politik juga merasa diasingkan, diterlantarkan, dan dibiarkan begitu saja. Padahal kader-kader di bawah, bukan elite partai, memiliki peranan besar dalam menggolkan Herman Suherman jadi Bupati Cianjur saat ini.

Inilah salah satu kelemahan dari "kebijakan" politik Herman, apabila Herman sama sekali tidak mengapresiasi sebagaimana aturan main dalam struktural kepartaian. Akhirnya, bisa saja menyemai ketidakpercayaan secara meluas di kalangan interen partai itu sendiri.

Kinerja partai yang baik akan memperkokoh nilai-nilai demokrasi. Sejatinya partai-partai memberikan ruang yang luas bagi para kader di bawahnya, sebab pembagian kader-kader potensial, harus diprioritaskan karena kerja keras mereka membuahkan kewujudan partai menjadi kokoh, kuat, dan besar.


Penulis wartawan senior Cianjur Deden Sukmayadi.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE