Menunggu Ketok Palu Hakim untuk Sang Aktivis Cianjur RM

Menunggu Ketok Palu Hakim untuk Sang Aktivis Cianjur RM

Foto : Ridwan Mubarok (baju batik) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (4/9/2019).



CIANJUR. Maharnews.com - Kasus pemerasan dan penipuan dengan korban PLt. Bupati Cianjur, Herman Suherman dengan tersangka Ridwan Mubarok (RM) bakal ada titik terang. Pasalnya, jadwal sidang putusan RM yang menentukan nasib salah satu pentolan aktivis Cianjur tersebut telah dipampang jelas di website resmi Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, yaitu Rabu depan (13/11/2019).

Informasi yang dihimpun maharnews, empat bulan telah berlalu sejak perubahan status Ridwan Mubarok (RM) dari saksi menjadi tersangka dan ditahan, tepatnya Kamis (27/6/2019) silam. RM dan tiga lainnya menjadi tersangka dalam kasus pemerasan dan penipuan dengan korban PLt. Bupati Cianjur, Herman Suherman.

RM menjalani sidang pertama kali di PN Cianjur Rabu (17/7/2019). Meski lawannya merupakan orang nomor satu di Cianjur, kuasa hukum RM, Karnaen, SH., MH., terlihat jelas tak ingin mengalah.

Tak tanggung, Karnaen memboyong Guru Besar Ahli Pidana dari Universitas Padjadjaran untuk memberikan penilaiannya terkait kasus yang menjerat RM. Hasil yang diharapkan pun sesuai dengan usaha yang dilakukannya, sang Guru Besar menilai bahwa unsur pidana pada pasal yang disangkakan tidak terpenuhi.

Meski begitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) keukeuh hingga akhirnya pada agenda pembacaan tuntutan, RM dituntut hukuman kurungan satu tahun enam bulan. JPU menyebut berdasarkan keterangan saksi dan bukti dalam pengadilan, pasal penipuan dan turut serta RM dalam kasus tersebut terpenuhi.

Akankah perbedaan pendapat antara Guru Besar Hukum Pidana dengan JPU menjadi pertimbangan signifikan dalam pengambilan keputusan, Humas Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Erlinawati tidak dapat menjelaskannya karena sudah masuk dalam materi.

"Itu sudah masuk materi pertimbangan nggak bisa saya jelaskan. Kita kembalikan ke majelis untuk mempertimbangkannya, apakah nanti bentuknya seperti apa, nanti akan bisa kita lihat di keputusan," ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (5/11/2019).

Erlinawati menambahkan dalam memutuskan suatu perkara majelis mempertimbangkan semua hal dalam persidangan. Intinya semuanya mutlak kepada majelis.

"Biar nanti majelis yang memusyawarahkan kemana larinya perkara ini. Majelis pasti akan mempertimbangkan segala sesuatunya dari persidangan. Kita (majelis, red) tidak akan lari dari situ," tegasnya.

Meski begitu, di publik tak sedikit yang percaya RM akan bebas dan lepas dari tuntutan, tetapi adapula yang percaya bahwa RM bersalah. Namun, publik akan mengetahui secara pasti klimaks dari kasus yang menggegerkan dalam waktu seminggu kedepan.

Kembali, semuanya menjadi hak prerogatif sang hakim untuk memutuskan perkara, palu hakim yang akan menjadi penentu nasib RM. Bebas atau terpidana? Kita tunggu bersama. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar