Misteri Uraian Pekerjaan dan Subnilai Bergesernya Tugu Lampu Gentur

Hendra Malik : Ini geser tugu ratusan juta bukan bangun rutilahu

Misteri Uraian Pekerjaan dan Subnilai Bergesernya Tugu Lampu Gentur

Foto : Thumbnail video youtube terkait rencana tugu lampu gentur yang diupload oleh Humas Cianjur, bertanggal 29 Mar 2017 (kiri) yang tidak serupa dengan hasil pembangunan di lapangan, yang kini akhirnya dibongkar pasang.



CIANJUR. Maharnews.com - Pembanguan bundaran tugu lampu gentur secara jelas tertera di laman LPSE Kabupaten Cianjur
Disitu disebutkan tujuh (7) uraian pekerjaan, yakni pekerjaan persiapan, tanah, pondasi, beton, pasangan, elektrikal dan mekanikal, serta pekerjaan lain-lain. Tetapi tidak disebutkan adanya pergeseran tugu lampu gentur, apalagi bongkar pasang tugu.

Informasi yang dihimpun maharnews.com, jika melihat nama pekerjaan, yaitu pembangunan bundaran tugu lampu gentur, adanya pekerjaan penggeseran tugu jelas mengundang pertanyaan publik. Terlebih Dinas terkait dalam hal ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukinan dan Pertanahan (Disperkimtan), Kabupaten Cianjur tidak pernah melakukan sosialisasi atau ekspos ke masyarakat atau ke DPRD Kabupaten Cianjur.

Kasi Pertamanan dan Pemakaman, Disperkimtan, Kabupaten Cianjur, Dhany Surya Wilantapoera membantah pekerjaan pembongkaran tugu tidak ada dalam proyek pembangunan itu. Pasalnya penggeseran tugu disebutkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB)pada pembangunan bundaran itu.

"Ada uraian pekerjaannya. Detail penggeseran tugu terdapat dalam uraian nomor 7 pekerjaan lain-lain, poin 2 yaitu pembongkaran dan pemasangan tugu existing. Jadi jelas terdapat di RAB nya," bantahnya.

 

Baca jugaTugu Lampu Gentur Bakal Bergeser 2M, Pondasinya dalam Proses Pembongkaran 

 

Ditanya terkait besarnya subnilai anggaran bongkar pasang tugu lampu gentur yang termasuk dalam pekerjaan pembangunan bundaran itu, Dhany tidak bisa menyebutkan nilainya dan memilih bungkam.

"Sebaiknya langsung ke Kepala Dinas dan ke Bupati Kabupaten Cianjur, karena untuk memperlihatkan RAB atau besarnya subnilai itu kewenangannya bukan di saya," tuturnya.

Disinggung tidak adanya sosialisasi, Dhany membenarkan hal itu. Anggaran untuk baliho pembangunan memang tidak tersedia, sehingga tergantung rekanan untuk memutuskannya. Ia juga mengakui tidak ada sosialisasi ke publik atau ke DPRD Kabupaten Cianjur.

"Memang belum ada sosialisasi, tidak ada permintaan ekspos baik dari publik atau DPRD. Kami masih menunggu," ucapnya.

Terpisah, aktivis Cianjur, Hendra Malik menyayangkan perencanaan pembangunan dari awal yang tidak benar, dan terkesan mengejar proyeknya saja.

"Saya gak tau maksudnya apa, tapi yang jelas fakta di lapangan kenyataannya gak beres, terbukti sekarang dibongkar dan digeser," cetusnya.

Hendra mempertanyakan berapa duit rakyat yang di pakai untuk membangun tugu lampu pertama. Apalagi ini belum genap 2 tahun, tugu sudah dibongkar kembali, dengan alasan hanya digeserkan.

"Emangnya gak pakai duit rakyat, yang mengerjakan pekerjaan tersebutkan pihak rekanan, jelas semua dihitung dengan rupiah. Maka sudah pasti ada duit rakyat yang di pakai untuk itu," ucapnya.

Menurut Hendra, kalau dinas bilang gak ada pengurangan nilai aset terkait pembongkaran dan pemindahan tugu tersebut, hal itu jelas salah. Pasalnya fakta di lapangan tidak seperti itu.

"Fakta di lapangan tugu di bongkar sampai pondasinya, coba kalau di rupiahkan berapa harga pondasi tersebut? Belum lagi kalau kita hitung harga rupiah jasa pembangunan tugu lampu pertama, tambah besar saja duit rakyat yang di hambur-hamburkan pemerintah Kabupaten Cianjur," pungkasnya.

Selain itu, Hendra mengkritik pedas terkait uraian pekerjaan pembongkaran tugu yang seakan disembunyikan dari publik. Padahal, pembongkaran tugu itu pekerjaan yang bakal mengundang rasa penasaran publik.

"Pekerjaan bongkar pasang tugu kok dimasukkan dalam uraian pekerjaan lain-lain. Setahu saya yang termasuk lain-lain itu, pekerjaan minor atau pekerjaan yang tidak berpangaruh secara signifikan. Ini geser tugu loh, bukan bangun rutilahu," tutupnya sembari geleng kepala. (wan/nuki)

 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE