Jembatan Cibalagung Ambruk Saat Dibangun, Sany Jadi Saksi Bisu

Jembatan Cibalagung Ambruk Saat Dibangun, Sany Jadi Saksi Bisu

Foto : Kondisi terkini pasca jembatan Cibalagung ambruk, Selasa (4/2/2020).



CIANJUR. Maharnews.com - Jembatan Cibalagung pada ruas jalan Pasirgede Raya - Tangkil (Tahap II) ambruk saat proses pembangunan, Senin sore (3/2/2020). Beruntung tak ada pekerja yang menjadi korban.

Pantauan lapangan, lokasi kejadian telah diberi garis polisi. Rangka baja jembatan masuk ke dalam sungai.

Foto: Truk crane Sany yang menjadi saksi bisu ambruknya jembatan Cibalagung.

Tak terlihat satu pun pekerja yang berada di lokasi kejadian, hanya Sany yang menjadi saksi bisu ambruknya jembatan itu. Sany adalah truk crane yang disewa untuk membantu proses pembangunan jembatan.

Sany memiliki kapasitas crane 25 ton. Namun jika melihat plat nomor yang berwarna putih, umur Sany masih terbilang baru, masih dalam hitungan bulan kemungkinan. Informasi dari sang operator, Sany telah di lokasi hingga lima hari, dan kini akan kembali ke Jakarta.

Saksi mata mengungkapkan jembatan rubuh sekitar pukul 16.00, Senin kemarin (3/2/2020). Ia memastikan tidak ada korban jiwa saat itu.

"Beruntung kang yang kerja tidak ada yang celaka," ungkapnya sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi mengatakan ambruknya diduga karena tim erection mengganti tiang perancah dengan kabel seling sebagai peyangga dan pengikat konstruksi rangka jembatan.

"Bahwa penyebab runtuhnya konstruksi adalah putusnya kabel seling penyangga dan pengikat konstruksi rangka jembatan yang dipasang oleh tim erection jembatan pada angkur di abutment," ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Doddy tim ahli yang mengerjakan siap bertanggung jawab. Ia mebantah jika kejadian itu disebut bencana proyek.

"Ini bukan bencana tapi kecelakaan," pungkasnya sembari tersenyum. (wan/nuki)

Video Terkait:





Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE