Tabung Kaporit PDAM Meledak, Belasan Warga Keracunan Gas Klorin dan Ratusan Mengungsi

Tabung Kaporit PDAM Meledak, Belasan Warga Keracunan Gas Klorin dan Ratusan Mengungsi

Foto : Istimewa



CIANJUR. Maharnews.com - Tabung kaporit milik PDAM Tirta Murti diduga meledak dan sebarkan gas klorin ke lingkungan sekitar. Alhasil, ratusan warga Kampung Ciajag Tiga, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku yang mencium bau aneh, berlarian mengungsi hingga ke salah satu toko swalayan di jalan Cianjur Sukabumi, Senin (30/9/2019) malam.

Pantauan maharnews, puluhan warga yang berhasil mengungsi terlihat beristirahat di depan toko swalayan. Ekspresi panik terlihat jelas di wajah mereka, sebagian warga bahkan ada yang mengungsi ke sanak saudara.

Kondisi di lokasi gudang, sejumlah rumah warga kosong dan bahkan pabrik tahu yang lokasinya berdekatan pun ditinggalkan pekerjanya. Mobil ambulance lalu lalang mengangkut sejumlah warga yang menjadi korban karena tak sempat melarikan diri.

Tabung kaporit yang meledak langsung diamankan dan dicelupkan ke selokan di samping gudang. Garis polisi pun menjadi pembatas tempat kejadian.

Seorang warga yang berhasil mengungsi, Fitri mengungkapkan sekitar pukul 21.00 WIB terdengar suara ledakan dan tiba-tiba tercium bau yang aneh, seperti kaporit atau pemutih. Selang beberapa menit, bau semakin menyengat yang menyebabkan mata perih, sesak napas dan batuk-batuk.

"Bahkan ada yang pingsan. Yang tak sadarkan diri di bawa ke tempat yang udaranya bagus kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance," ungkapnya.

Fitri mengaku rumahnya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Sepengetahuannya, para pekerja PDAM dan warga yang dekat lokasi pada pingsan.

"Bahkan dari bajunya pun tercium bau kaporit, dan langsung dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Kesaksian juga disampaikan oleh warga lainnya, Rini. Ia secara tegas memprotes adanya operasional PDAM di lingkungannya.

"Dari awal keberadaan PDAM tak pernah meminta izin kepada warga sekitar, warga ingin protes," tegasnya.

Menimpali ketegasan Rini, Fitri kembali mengomentari masalah protes warga. Ia merasa janggal dengan adanya aktivitas PDAM di kampungnya. Selama PDAM beroperasional tidak ada keuntungan yang diterima warga, bahkan mendapatkan air bersih pun tetap sulit.

"Anehnya kita sekampung menolak, tetapi penolakan kita tidak didengar. Tiba-Tiba aja ada PDAM nya," cetusnya.

Fitri merasa trauma dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Ia tak dapat membayangkan jika kejadian terjadi saat jam tidur.

"Untung kejadian masih jam 9 malam, bagaimana kalau terjadi jam 11, 12 atau satu saat pada tidur. Boro-boro buka kunci, keluar aja sudah lemes nggak bisa apa-apa," pungkasnya.

Hingga berita dinaikkan, manajemen PDAM belum bisa memberikan penjelasan. Sekitar belasan orang telah dilarikan ke rumah sakit namun tidak menutup kemungkinan korban bertambah.

Informasi dihimpun, berdasarkan bau yang tercium pewarta, bau diduga berasal dari gas klorin. Berikut penjelasan gas klorin yang dikutip dari beberapa sumber dan dampaknya terhadap kesehatan.

Bau klorin dapat memberikan peringatan dini sehingga mudah dikenali keberadaannya seperti bau pemutih. Sayangnya, bau klorin menyebabkan organ penciuman kita cepat beradaptasi sehingga mengurangi kesadaran akan paparan yang lama pada konsentrasi yang rendah. 

Jika klorin di udara terhirup dalam jumlah kecil, akan menyebabkan iritasi mata atau kulit dan ditandai dengan sakit tenggorokan dan batuk. 

Pada paparan yang lebih tinggi, gejala yang muncul adalah rasa sesak dada, mengi, henti  napas, dan penyempitan bronkus atau bronkospasme. Paparan yang sangat berat dapat menyebabkan edema pulmonal nonkardiogenik.

Jika klorin terkena mata atau kulit, paparan rendah gas klorin akan menyebabkan iritasi mata dan kulit. Paparan yang lebih tinggi dapat menyebabkan luka bakar atau ulserasi kimia yang parah. Paparan klorin cair terkompresi dapat menyebabkan radang dingin pada kulit dan mata.

Anak-anak dapat terpapar dosis yang lebih besar daripada orang dewasa karena mereka lebih pendek dari orang dewasa, sehingga mungkin menghirup gas klorin yang memiliki konsentrasi tertinggi sedikit di atas permukaan tanah.

Tidak ada obat penawar untuk keracunan klorin. Jika Kamu tidak sengaja kontak dengan klorin cair, segera basuh kulit atau mata dengan air yang banyak. Sedangkan jika terjadi luka bakar kimia yang dihasilkan dari paparan klorin, maka pertolongan pertamanya sama dengan luka bakar termal.

Keracunan klorin akibat dihirup dapat diobati dengan perawatan suportif seperti pemberian oksigen lembab, pemasangan alat bantu napas bronkodilator, dan penatalaksanaan saluran napas. Edema paru mungkin muncul belakangan, oleh karena itu pasien harus dipantau hingga 24 jam setelah pajanan inhalasi yang parah. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar